8 Fakta Kondisi Tubuh Saat Puasa

  1. Asupan Buka dan Sahur Pengaruhi Kondisi di Siang Hari
    Meski berpuasa, hidup sehat dengan makan makanan yang tepat tetap harus dibudayakan. Sebab, makanan yang dikonsumsi saat buka dan sahur sangat mempengaruhi kebugaran tubuh di siang hari. dr Phaidon L. Toruan, seorang pakar kesehatan mengatakan kebiasaan menyediakan makanan “apa adanya”tanpa memikirkan komposisi nutrisinya merupakan penyebab banyak orang lemas di siang hari selama berpuasa. Untuk mengatasi lemas di siang hari saat puasa, masukkan sayuran dan buah-buahan dalam menu sahur dan berbuka agar asupan vitamin tubuh tetap terpenuhi.
  2. Tidak Mudah Lapar dengan Makan Buah
    Pada saat puasa, tubuh akan lebih tahan lapar jika kamu memasukkan buah-buahan dalam menu sahur. Sebab buah-buahan mengandung serat yang tinggi. Makanan yang tinggi serat akan lebih bertahan lama di usus. dr A.R Inge Permadhi, MS, SpGK dari Siloam Hospital menegaskan bahkan manfaat buah akan makin besar bila dikonsumsi berikut kulitnya, terutama untuk buah apel, pir, dan anggur. “Untuk jeruk makanlah dengan serat buahnya yang berwarna putih,” terangnya.
  3. Dehidrasi
    Tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama 12 jam berpuasa. Hal ini membuat tubuh mengalami dehidrasi. Oleh sebab itu, kita harus pintar mengatur waktu serta takaran minum selama buka dan sahur.
    Dokter spesialis gizi klinik Dr dr Inge Permadhi mengatakan mengatasi kebutuhan cairan selama berpuasa sangatlah mudah. Cara yang bisa diterapkan adalah minum air sebanyak 2-3 gelas saat sahur hingga menjelang imsak. Kemudian 2-3 gelas saat berbuka puasa, dan sisanya saat menjelang tidur malam.
    “Yang pasti, kebutuhan cairan ini harus bisa terpenuhi selama puasa agar tetap tercukupi, minimal 8 gelas sehari. Bisa dengan pola 2-4-2, atau 3 gelas saat sahur dan 7 gelas saat berbuka” ujarnya. Dia mengatakan pentingnya kecukupan air selama bulan puasa menjadi lebih penting dibandingkan hari biasanya. Sebab, untuk mengurangi rasa lemas karena kurang cairan, dan juga agar tubuh tetap bisa berkonsentrasi melakukan aktivitas harian yang tetap dijalani. Cheers Alkaline Powered adalah air minum yang mengandung pH alkaline/basa yang membantu tubuh terhidrasi lebih maksimal sehingga badan lebih bugar, aktivitas selama berpuasa bisa berjalan lancar.
  4. Bibir Pecah-pecah dan Kering
    Dehidrasi saat puasa bisa memicu
    keluhan bibir kering dan pecah-pecah. Bibir menjadi bagian tubuh yang paling terasa kering dan pecah-pecah karena jarangnya kontak dengan air. Karena itu tak ada salahnya memperbanyak makan buah saat buka dan sahur, sehingga kelembaban bibir akan kembali dan terhindar dari pecah-pecah.
  5. Meredakan Nyeri
    Puasa bukan sekadar kegiatan keagaamaan yang wajib dilakukan umat Muslim, karena kenyataannya puasa memberi efek luar biasa bagi peningkatan kesehatan tubuh. Puasa bisa membantu meredakan nyeri pada persendian, bagi orang yang menderita arthritis atau radang sendi. Sebuah penelitian menunjukkan, adanya hubungan antara membaiknya radang sendi dan peningkatan kemampuan sel netrofil dalam membasmi bakteri. Netrofil inilah yang berperan dalam menetralkan racun maupun bakteri selama tubuh berpuasa.
  6. Stres dan Depresi Berkurang
    Bagi tubuh, puasa bisa memberikan dampak mengurangi stres dan depresi. Hal ini antara lain dibuktikan oleh Agnese Barolo, seorang life coach, di New Rochelle, New York. Beberapa kali saat pasien stres dan depresi datang, Agnese akan menganjurkan puasa guna mengatasi stres dan depresinya. Menurutnya, dengan tidak makan beberapa jam dalam sehari, seseorang akan belajar untuk mengendalikan hidup mereka. Jika bisa mengendalikan hidupnya, maka mereka akan bisa mengatasi masalah yan membelit sehingga akan terbebas dari stres dan depresi.
  7. Usus Besar Lebih Santai
    Usus besar pada tubuh memiliki banyak peran, di antaranya adalah menyerap air selama proses pencernaan, menghasilkan vitamin K dan vitamin H (Biotin), membentuk massa feses, dan mendorong sisa makanan hasil pencernaan keluar dari tubuh. Dengan tidak makan selama beberapa jam, sudah pasti usus besar menjadi lebih santai sehingga bisa beristirahat sejenak.
  8. Hati Juga Berkesempatan Istirahat
    Hati yang merupakan kelenjar terbesar di dalam tubuh berfungsi untuk membantu fungsi ginjal dengan cara memecah beberapa senyawa yang bersifat racun dan menghasilkan amonia, urea, dan asam urat dengan memanfaatkan nitrogen dari asam amino. Proses pemecahan senyawa racun oleh hati disebut proses detoksifikasi. Dengan berpuasa, di mana makanan tidak ada makanan yang masuk selama 12 jam akan memberi kesempatan pada hati dan organ pencernaan lain untuk lebih bisa beristirahat.

(Referensi : 50 Fakta Kondisi Tubuh Saat Puasa, detikhealth.com , TIPS PUASA: Mengatur Konsumsi Asupan Cairan Selama Puasa, Bisnis.com)

 

Share this Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *