Berat Badan Tak Kunjung Turun? Ini Sebabnya!

Olahraga-Apa-Yang-Bikin-Turun-Berat-Badan copy

Berat badan naik usai lebaran bukan hal baru lagi Cheers Friends. Saatnya mengatur kembali pola hidup sehat kita. Merancang menu diet? Sudah dilaksanakan. Olahraga teratur? Juga sudah. Konsumsi serat? Sudah banyak. Tapi, kenapa berat badan tidak bisa turun lagi untuk mencapai berat ideal. Kadang juga, angka di timbangan membingungkan, karena turun naik hanya dalam hitungan hari.

“Berat badan dapat berfluktuasi hingga dua kilogram di hari-hari tertentu,” kata Pamela Wartian Smith, MD, penulis buku Why You Can’t Lose Weight. Berat badan berfluktuasi tapi intinya, akan kembali ke angka semula dan tidak turun lagi. Mengapa? Ini kemungkinan penyebabnya.

1. Kamu tidak minum cukup air
Kita semua telah mendengar betapa pentingnya H2O dalam upaya menurunkan berat badan. Air minum seperti Cheers Alkaline Powered dapat membantu menekan nafsu makan. Cobalah minum minimal satu gelas Cheers Alkaline Powered sebelum makan. Selain dapat menurunkan nafasu makan, kandungan alkline dalam Cheers membantu meningkatkan metabolisme sehingga lemak dan kolesterol bisa terbakar sempurna menjadi energi.

2. Kamu kekurangan protein
Beberapa studi menunjukkan bahwa diet protein tinggi akan membuat berat badan naik di awal program diet. Protein meningkatkan rasa kenyang dan mencegahmu kehilangan massa otot. Massa otot sangat penting karena itulah yang membantu tubuhmu membakar lemak dengan efektif. Kehilangan massa otot berarti tubuh tidak bisa membakar lemak dengan efektif.

3. Rasa lapar berlebihan setelah berolahraga
Di awal program latihan, banyak orang terdorong makan berlebihan setelah sesi latihan selesai. Alhasil, program olahraga yang seharusnya membantu membabat lemak berlebih malahan menjadi bumerang. Michele S. Olson, PhD, profesor ilmu olahraga di Auburn University di Montgomery di Alabama mengatakan tubuh akan selalu membutuhkan cairan tambahan kecuali jika sedang tidak aktif. Nah, karena alasan inilah, kamu dianjurkan untuk minum air sebelum, selama, atau sesudah berolahraga untuk membantu meminimalkan tambahan retensi air, plus mencegah dehidrasi jika cairan yang keluar berupa keringat, jumlahnya lebih banyak dari jumlah yang bisa disimpan oleh tubuh.

4. Stres
Hormon stres kortisol memicu nafsu makan dengan cara mendorong produksi zat kimia di otak yang bernama neuropeptide Y.Terlalu banyak kortisol juga bisa memperlambat metabolisme sehingga proses pembakaran lemak dan kalori tidak efektif.

5. Terlalu banyak menghabiskan waktu di belakang meja
Kamu tentunya sudah tahu bahwa jika ingin angka di timbangan turun, kamu harus membakar kalori lebih banyak dari yang Anda asup setiap hari. Itu artinya, menghabiskan waktu berjam-jam duduk di belakang meja atau di depan TV bukanlah ide yang baik. Bagaimana memotivasi diri agar kamu tetap menjalankan pola makan sehat dan gaya hidup aktif? Keluarkan lagi celana atau rok favorit waktu tubuh masih langsing. Coba kenakan secara berkala untuk mengetahui apakah pencapaian programmu sudah memenuhi target atau belum, apakah lingkar pinggangmu sudah kembali ke ukurannya yang paling ideal atau belum. Jika belum, teruskan programmu karena masa Plateu (masa di mana berat badan tidak turun lagi walau sudah berolahraga dan diet) hanya akan berlangsung sementara.

Share this Post

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *