Bromo Marathon 2016, Ajang Melampaui Diri Sendiri

bromo-marathon-2016

Cheers Alkaline Powered Kembali Jadi Official Mineral Water

cheers-bromo-marathon

Keindahan alam Bromo ditambah euforia masyarakat akan olahraga lari membuat Bromo Marathon jadi event yang dinanti. Buktinya lebih dari 1000 runners kembali menjajal kekuatan fisiknya pada ajang Bromo Marathon 2016 di Tosari, Pasuruan (4/9/2016). Sebagai salah satu merk air mineral yang fokus tentang kesehatan, Cheers Alkaline Powered kembali menjadi official mineral water di ajang tersebut.

drink-cheers

want-to-run-faster

Ini adalah kali keempat Cheers berpartisipasi pada ajang lari yang diikuti oleh 31 negara tersebut. Artinya, Cheers sudah ikut berpartisipasi sejak kali pertama Bromo Marathon dihelat 2013 lalu. Tidak hanya menjadi official mineral water. Tahun ini, 20 pelari yang menyebut diri mereka Cheers Runners pun ikut berkompetisi di ajang tersebut. Cheers runners sendiri terdiri dari para karyawan PT Atlantic Biruraya (Cheers) dan Mikatasa yang memang kerap berpartisipasi dalam kompetisi lari.

Demi mendukung persiapan agar performa bagus saat berkompetisi, para Cheers Runners sengaja datang sehari sebelumnya. Mereka memilih menginap di salah satu rumah penduduk tak jauh dari arena lari. Hal ini juga dimaksudkan untuk beradaptasi dengan udara dingin Bromo yang bisa mencapai 10 derajat celcius ketika malam hari.

Esok paginya, meski enggan melepaskan diri dari selimut hangat nan nyaman, para Cheers Runners mulai bersiap ke arena. Sampai di lapangan Tosari yang merupakan garis START/FINISH, sudah tampak para peserta mulai berdatangan. Ada beberapa yang masih sibuk dengan registrasi, beberapa lainnya terlihat mulai melakukan pemanasan. Tak hanya dari dalam negeri, peserta dari negara lain seperti Jerman, Inggris, Amerika, Singapura, Malaysia, Perancis, Kanada hingga Afrika turut membajiri lapangan Tosari.

Sekitar pukul 07.00 WIB, Bupati Pasuruan, Isyad Yusuf membuka Bromo Marathon 2016. Suara tembakan ke udara menandakan event lari internasional tersebut dibuka. Rombongan pertama, ratusan pelari yang turun di kelas marathon (42 km) diberangkatkan, disusul kelas half marathon (21 km), dan ditutup peserta yang turun di kelas 10 km.

runner

Tahun ini, panitia Bromo Marathon 2016 memberikan kejutan bagi pelari. Kejutannya adalah track yang berbeda dari tahun lalu dan ajang lari biasanya. Track Bromo Marathon tahun lalu diawali dengan tanjakan dan diakhiri dengan turunan hingga finish. Track ini sudah jamak dijumpai di ajang lari serupa.

Nah, tahun ini para pelari disuguhi track menurun justru di kilometer awal. Pada kilometer akhir, mereka dipaksa menuntaskan perlombaan dengan tanjakan terjal dan kemiringan yang cukup menguras tenaga. Menurut beberapa pelari, track tersebut dirasa lebih membuat lelah dibanding tahun sebelumnya. ”Sebab, dengan tenaga yang sudah terkuras di kilometer awal, pelari harus bekerja keras lagi melampaui tanjakan hingga finish. Ini yang membuat cepat lelah,” jelas Andhi Prasetyo, salah satu anggota Cheers Runners yang turun di kelas 10 km.

Meski dengan track yang lebih berat dan istirahat yang lebih sering, akhirnya para Cheers Runners berhasil menyentuh finish dengan senyum yang mengembang. Ajang ini bukan hanya sekedar perlombaan adu cepat dan kekuatan fisik saja. Lebih dari itu, Bromo Marathon ini adalah ajang melampaui batas diri sendiri.

finish

Ya, awalnya beberapa Cheers Runners terlebih yang baru kali pertama berpartisipasi sempat ragu bisa mencapai finish. Namun, mereka tetap menantang diri sendiri untuk bisa menuntaskannya. Akhirnya, dengan mengontrol diri dan memelihara pikiran positif, para Cheers Runners menyelesaikan Bromo Marathon 2016 di garis finish. Ritual wajib berfoto bersama dengan kalungan medali di leher masing-masing pelari menjadi penutup event Bromo Marathon 2016.

Share this Post

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *